Siklus hidup nyamuk penular DBD

Bagaimana siklus hidup nyamuk yang berpotensi menyebabkan Demam Berdarah

Jentik nyamuk yang berbahaya bagi penularan demam berdarah dengue tentunya jentik nyamuk Aedes Aegypti, karena nyamuk jenis ini merupakan media penularan utama penyakit DBD.

Awalnya jentik nyamuk ini berasal dari telur nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa yang mengembangbiakan telurnya di air jernih, misalnya :

  1. Bak mandi
  2. Pot bunga yang ada pada halaman rumah, dan
  3. Tempat penampungan air lainnya

Perlu diketahui, bahwa dalam sekali bertelur nyamuk Aedes Aegypti dewasa dapat menghasilkan hingga seratus telur.

Telur nyamuk Aedes Aegypti berwarna hitam dan berbentuk lonjong. Telur nyamuk ini dapat bertahan hingga enam bulan dalam kondisi kering, dan akan menetas setelah 1-2 hari terkena atau terendam air.

Setelah menetas, telur nyamuk tersebut berubah menjadi jentik.

Jentik nyamuk Aedes Aegypti terdiri dari :

  1. Kepala
  2. Thorax
  3. Abdomen.

Di ujung abdomen terdapat sifon yang panjangnya sekitar ¼ dari panjang abdomen. Ketika dalam posisi istirahat, jentik nyamuk akan terlihat menggantung dari permukaan air dengan sifon yang berada di bagian atas.

Pertumbuhan jentik nyamuk menjadi kepompong akan berlangsung selama 6 hingga 8 hari.

Kepompong nyamuk berbentuk seperti tanda koma, disertai dengan gerakan yang lincah. Periode kepompong ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1-2 hari saja. Setelah itu kepompong berubah menjadi nyamuk Aedes Aegypti dewasa.

Nyamuk Aedes Aegypti dewasa berwarna hitam kecoklatan dan bercorak putih pada bagian kepala, thorax, abdomen, dan kakinya. Pada bagian thorax nyamuk Aedes Aegypti terdapat warna putih berbentuk bulan sabit.

Nyamuk dewasa inilah yang pada akhirnya dapat menjadi media penularan demam berdarah dengue.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments