Prajogo Pangestu - President Commissioner; Komisaris Utama; Presiden Komisaris PT Barito Pacific Tbk BRPT

Harta Orang Terkaya Nomor 3 di Indonesia Menguap Rp 33 Triliun Kurang dari Dua Bulan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tak seperti tahun 2019, awal tahun 2020 ini tampaknya bukan tahun keberuntungan bagi taipan Prajogo Pangestu.

Gejolak yang terjadi di bursa saham belakangan ini membuat harta kekayaan Prajogo Pangestu amblas puluhan triliun rupiah dalam waktu kurang dari dua bulan.

Tahun lalu, harta Prajogo Pangestu melonjak berkat kenaikan saham dua perusahaannya: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan anak usaha Barito, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Sepanjang 2019, harga saham BRPT meroket hingga 215,9% atau naik lebih dari tiga kali lipat. Sementara harga saham TPIA melonjak hingga 75,1%.

Kenaikan harga saham BRPT dan TPIA itu membuat harta Prajogo Pangestu ikut melonjak. Forbes menghitung, kekayaan Prajogo Pangestu sepanjang 2019 naik sebesar US$ 4,6 miliar.

Per 2 Desember 2019, Forbes mencatat, Prajogo Pangestu memiliki harta sebesar US$ 7,4 miliar. Setahun sebelumnya, kekayaan Prajogo Pangestu baru sebesar US$ 3 miliar.

Lonjakan kekayaan itu membuat Prajogo Pangestu menjadi orang terkaya nomor tiga di Indonesia versi Forbes.

Hanya dalam waktu satu tahun, peringkat Prajogo Pangestu dalam daftar 50 orang Indonesia terkaya versi Forbes naik tujuh peringkat. Sebelumnya, pada 2018, Forbes menempatkan Prajogo Pangestu di urutan ke-10 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Penurunan harga saham BRPT dan TPIA

Sayang, kondisi di awal tahun ini berbanding terbalik dengan tahun lalu. Alih-alih terus mendaki, harga saham BRPT dan TPIA sepanjang awal tahun ini terus merosot.

Di akhir tahun lalu, harga saham BRPT masih bertengger di posisi Rp 1.510 per saham. Kemarin, Rabu (26/2), harga saham BRPT ditutup di posisi Rp 1.035 per saham.

Itu artinya, dalam waktu kurang dari dua bulan, harga saham BRPT merosot hingga 31,5%.

Saham TPIA juga merosot cukup dalam. Kemarin, Rabu (26/2), harga saham TPIA ditutup di posisi Rp 8.100 per saham. Padahal, di akhir tahun lalu, harga saham TPIA masih Rp 10.375 per saham.

Sepanjang tahun ini, harga saham TPIA sudah merosot sebesar 21,9%.

Penurunan harga saham otomatis membuat kapitalisasi pasar alias market cap saham BRPT dan TPIA ikut tergerus. Dalam waktu kurang dari dua bulan, market cap saham TPIA sudah turun sebesar Rp 40,5 triliun menjadi Rp 144,45 triliun.

Sedangkan kapitalisasi pasar saham BRPT tergerus sebesar Rp 41,8 triliun menjadi Rp 92,13 triliun. Saham BRPT bahkan sudah terlempar dari daftar 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Harga Prajogo berkurang

Penurunan harga saham BRPT dan TPIA dalam dua bulan terakhir ini otomatis membuat kekayaan Prajogo Pangestu merosot.

Prajogo Pangestu merupakan pemilik Barito Pacific dengan kepemilikan saham sebesar 62,62 miliar saham per Desember 2019.

Per akhir Januari 2020, kepemilikan Prajogo Pangestu di Barito Pacific bertambah menjadi 63,6 miliar saham. Jumlah tersebut mewakili 71,46% dari total saham Barito Pacific.

Dengan harga saham BRPT sebesar Rp 1.035 per saham, nilai kekayaan Prajogo Pangestu dari kepemilikan 63,6 juta saham Barito Pacific sebesar Rp 65,84 triliun.

Jumlah harta tersebut turun hingga Rp 28,7 triliun dibandingkan nilai kekayaan Prajogo Pangestu dari kepemilikan saham Barito Pacific pada akhir tahun lalu. Di akhir 2019, kekayaan Prajogo Pangestu dari kepemilikan 62,6 miliar saham BRPT masih sebesar Rp 94,56 triliun.

Meski jumlah sahamnya lebih sedikit, nilai kepemilikan saham BRPT Prajogo di akhir tahun lalu jauh lebih besar lantaran harga saham BRPT saat itu masih di posisi Rp 1.510 per saham.

Sementara itu, Prajogo juga memiliki saham Chandra Asri secara langsung selain yang dimiliki melalui Barito Pacific. Per akhir Januari 2020, Prajogo menguasai 2,6 miliar saham TPIA, bertambah 145,13 juta saham dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan harga saham TPIA sebesar Rp 8.100 per saham per Rabu (26/2), nilai harta Prajogo dari kepemilikan saham TPIA tersebut sebesar Rp 21,4 triliun.

Sementara pada akhir tahun lalu, Prajogo Pangestu memiliki 2,49 miliar saham TPIA. Dengan harga saham sebesar Rp 10.375 per saham per akhir Desember 2019, jumlah harta Prajogo Pangestu dari kepemilikan saham TPIA tersebut mencapai Rp 25,88 triliun.

Artinya, kurang dari dua bulan, nilai kekayaan Prajogo Pangestu dari kepemilikan saham TPIA secara langsung berkurang Rp 4,5 triliun.

Jika ditotal, jumlah harta Prajogo Pangestu dari kepemilikan saham BRPT dan TPIA secara langsung per 26 Februari 2020 sebesar Rp 87,22 triliun. Sementara, per akhir Desember 2019, nilai kekayaan Prajogo Pangestu dari kepemilikan saham BRPT dan TPIA sebesar Rp 120,44 triliun.

Itu artinya, hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, harta Prajogo Pangestu berkurang hingga Rp 33,2 triliun.

Source :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

Berencana Investasi di Reksa Dana? Ini Panduan Mengawalinya

Sobat Netly, Bila saat ini berencana melakukan diversifikasi investasi dengan masuk ke dalam reksa dana, …

Come on join the discussion

avatar
  Subscribe  
Notify of